Kamis, 17 Desember 2015

Seni Menata Hati dalam Bergaul (K.H. Abdullah Gymnastiar)...DARMAN

Seni Menata Hati dalam Bergaul
K.H. Abdullah Gymnastiar 

Pergaulan yang asli adalah pergaulan dari hati ke hati yang penuh keikhlasan, yang insya Allah akan terasa sangat indah dan menyenangkan. Pergaulan yang penuh rekayasa dan tipu daya demi kepentingan yang bernilai rendah tidak akan pernah langgeng dan cenderung menjadi masalah.
1. Aku Bukan Ancaman Bagimu
Kita tidak boleh menjadi seorang yang merugikan orang lain, terlebih kalau kita simak Rasulullah Saw. bersabda, "Muslim yang terbaik adalah muslim yang muslim lainnya selamat/merasa aman dari gangguan lisan dan tagannya." (HR. Bukhari)

Hindari penghinaan 
Apapun yang bersifat merendahkan, ejekan, penghinaan dalam bentuk apapun terhadap seseorang, baik tentang kepribadian, bentuk tubuh, dan sebagainya, jangan pernah dilakukan, karena tak ada masalah yang selesai dengan penghinaan, mencela, merendahkan, yang ada adalah perasaan sakit hati serta rasa dendam.


Hindari ikut campur urusan pribadi 
Hindari pula ikut campur urusan pribadi seseorang yang tidak ada manfaatnya jika kita terlibat. Seperti yang kita maklumi setiap orang punya urusan pribadi yang sangat sensitif, yang bila terusik niscaya akan menimbulkan keberangan.


Hindari memotong pembicaraan 
Sungguh dongkol bila kita sedang berbicara kemudian tiba-tiba dipotong dan disangkal, berbeda halnya bila uraian tuntas dan kemudian dikoreksi dengan cara yag arif, niscaya kita pun berkecenderungan menghargainya bahkan mungkin menerimanya. Maka latihlah diri kita untuk bersabar dalam mendengar dan mengoreksi dengan cara yang terbak pada waktu yang tepat.


Hindari membandingkan 
Jangan pernah dengan sengaja membandingkan jasa, kebaikan, penamplan, harta, kedudukan seseorang sehingga yang mendengarnya merasa dirinya tidak berharga, rendah atau merasa terhina.


Jangan membela musuhnya, mencaci kawannya 
Membela musuh maka dianggap bergabung dengan musuhnya, begitu pula mencaci kawannya berarti memusuhi dirinya. Bersikaplah yang netral, sepanjang diri kita menginginkan kebaikan bagi semua pihak, dan sadar bahwa untuk berubah harus siap menjalani proses dan tahapan.


Hindari merusak kebahagiannya 
Bila seseorang sedang berbahagia, janganlah melakukan tindakan yang akan merusak kebahagiaanya. Misalkan ada seseorang yang merasa beruntung mendapatkan hadiah dari luar negeri, padahal kita tauh persis bahwa barang tersebut buatan dalam negeri, maka kita tak perlu menyampaikannya, biarlah dia berbahagia mendapatkan oleh-oleh tersebut.


Jangan mengungkit masa lalu 
Apalagi jika yang diungkit adalah kesalahan, aib atau kekurangan yang sedang berusaha ditutupi.

Ingatlah bahwa setiap orang memiliki kesalahan yang sangat ingin disembunyikannya, termasuk diri kita, maka jangan pernah usil untuk mengungkit dan membeberkannya, hal seperti ini sama denga mengajak bermusuhan.

Jangan mengambil haknya 
Jangan pernah terpikir untuk menikmati hak orang lain, setiap gangguan terhadap hak seseorang akan menimbulkan asa tidak suka dan perlawanan yang tentu akan merusak hubungan.. Sepatutnya kita harus belajar menikmati hak kita, agar bermanfaat dan menjadi bahan kebahagiaan orang lain.


Hati-hati engan kemarahan 
Bila anda marah, maka waspadalah karenan kemarahan yang tak terkendali biasanya menghasilkankata dan perilaku yang keji, yang sangat melukai, dan tentu perbuatan ini akan menghancurkan hubungan baik di lingkungan manapun. Kita harus mulai berlatih mengendalikan kemarahan sekuat tenaga dan tak usah sungkan untuk meminta maaf andai kata ucaan dirasakan berlebihan.


Jangan menertawakannya 
Sebagian besar dari sikap menertawakan seseorang adalah karena kekurangannnya, baik sikap, penampilan, bentuk rupa, ucapan dan lain sebagainya, dan ingatlah bahwa tertawa yang tidak pada tempatnya serta berlebihan akan mengundang rasa sakit hati.


Hati-hati dengan penampilan, bau badan dan bau mulut 
Tidak ada salahnya kita selalu mengontrol penampilan, bau badan atau mulut kita, karena penampilan atau bau badan yang tidak segar akan membuat orang lain merasa terusik kenyamanannya, dan cenderung ingin menghindari kita.

2. Aku menyenangkan bagimu

Wajah yang selalu cerah ceria 
Rasulullah senantiasa berwajah ceria, beliau pernah besabda, "Janganlah terlalu membebani jiwamu dengan segala kesungguhan hati. Hiburlah dirimu dengan hal-hal yang ringan dan lucu, sebab bila hati terus dipaksakan memikul beban-beban yang berat, ia akan menjadi buta". (Sunan Abu Dawud).


Senyum tulus 
Rasulullah senantiasa tersenyum manis sekali dan ini sangat menyenangkan bagi siapapun yang menatapnya. Senyum adalah sedekah, senyuman yang tulus memiliki daya sentuh yang dalam ke dalam lubuk hati siapapun, senyum adalah nikmat Allah yang besar bagi manusia yang mencintai kebaikan. Senyum tidak dimiliki oleh orang-orang yang keji, sombong, angkuh, dan orang yang busuk hati.


Kata-kata yang santun dan lembut 
Pilihlah kata-kata yang paling sopan dengan dan sampaikan dengan cara yang lembut, karena sikap seperti itulah yang dilakukan Rasulullah, ketika berbincang dengan para sahabatnya, sehingga terbangun suasana yang menyenangkan. Hindari kata yang kasar, menyakitkan, merendahkan, mempermalukan, serta hindari pula nada suara yang keras dan berlebihan.


Senang menyapa dan mengucapkan salam 
Upayakanlah kita selalu menjadi orang yang paling dahulu dalam menyapa dan mengucapkan salam. Jabatlah tagan kawan kita penuh dengan kehangatan dan lepaslah tangan sesudah diepaskan oleh orang lain, karena demikianlah yang dicontohkan Rasulullah.

Jangan lupa untuk menjawab salam dengan sempurna dan penuh perhatian.

Bersikap sangat sopan dan penuh penghormatan 
Rsulullah jikalau berbincang dengan para sahabatnya selalu berusaha menghormati dengan cara duduk yang penuh perhatian, ikut tersenyum jika sahabatnya melucu, dan ikut merasa takjub ketika sahabatnya mengisahkan hal yang mempesona, sehingga setiap orang merasa dirinya sangat diutamakan oleh Rasulullah.


Senangkan perasaannya 
Pujilah dengan tulus dan tepat terhadap sesuatu yang layak dipuji sambil kita kaitkan dengan kebesaran Allah sehingga yang dipuji pun teringat akan asal muasal nikmat yang diraihnya, nyatakan terima kasih dan do’akan. Hal ini akan membuatnya merasa bahagia. Dan ingat jangan pernah kikir untuk berterima kasih.


Penampilan yang menyenangkan 
Gunakanlah pakaian yang rapi, serasi dan harum. Menggunakan pakaian yang baik bukanlah tanda kesombongan, Allah Maha Indah dan menyukai keindahan, tentu saja dalam batas yang sesuai syariat yang disukai Allah.


Maafkan kesalahannya 
Jadilah pemaaf yang lapang dan tulus terhadap kekurangan dan kesalahan orang lain kepada kita, karena hal ini akan membuat bahagia dan senang siapapun yang pernah melakukan kekhilafan terhadap kita, dan tentu hal ini pun akan mengangkat citra kita dihatinya.

3. Aku Bermanfaat Bagimu
Keberuntungan kita bukanlah diukur dari apa yang kita dapatkan tapi dari nilai manfaat yang ada dari kehadiran kita, bukankah sebaik-baik di antara manusia adalah orang yang paling banyak manfaatnya bagi hamba-hamba Allah lainnya.

Rajin bersilaturahmi 
Silaturahmi secara berkala, penuh perhatian, kasih sayang dan ketulusan walaupun hanya beberapa saat, benar-benar akan memiliki kesan yang mendalam, apalagi jikalau membawa hadiah, insya Allah akan menumbuhkan kasih sayang.


Saling berkirim hadiah 
Seperti yang telah diungkap sebelumnya bahwa saling memberi dan berkirim hadiah akan menumbuhkan kasih sayang. Jangan pernah takut miskin dengan memberikan sesuatu, karena Allah yang Maha Kaya telah menjanjikan ganjaran dan jaminan tak akan miskin bagi ahli sedekah yang tulus.


Tolong dengan apapun 
Bersegeralah menolong dengan segala kemampuan, harta, tenaga, wakt atau setidaknya perhatian yang tulus, walau perhatian untuk mendengar keluh kesahnya.

Apabila tidak mampu, maka do’akanlah, dan percayalah bahwa kebaikan sekecil apapun akan diperhatikan dan dibalas dengan sempurna oleh Allah.

Sumbangan ilmu dan pengalaman 
Jangan pernah sungkan untuk mengajarkan ilmu dan pengalaman yang dimiliki, kita harus berupaya agar ilmu dan pengalaman yang ada pada diri kita bisa menjadi jalan bagi kesuksesan orang lain.


Insya Allah jikalau hidup kita penuh manfaat dengan tulus ikhlas maka, kebahagiaan dalam bergaul dengan siapapun akan tersa nikmat, karena tidak mengharapkan sesuatu dari orang melainkan kenikmatan kita adalah melakukan sesuatu untuk orang lain. Semata karena Allah Swt.

Rabu, 16 Desember 2015

EVALUASI PENDIDIKAN

A.    FUNGSI EVALUASI PENDIDIKAN.
Fungsi evaluasi ada beberapa hal :
a.       Evaluasi berfungsi selektif.
Guru mempunyai cara untuk megadakan seleksi bagi calon siswa, untu memilih siswa naik tidaknya ke tingkat lanjut, untuk memilih siwa yang seharusnya dapat biasiswa, untuk memilih siswa yang berhak meninggalkan sekolah.
b.      Evaluasi berfungsi diagnostik.
Guru akan mengetahui kelemaha-kelemahan pada siswa dan tahu penyebabanya serta mengetahui bagaiman cara mengatasinya.
c.       Evaluasi berfungsi sebagai penempatan.
Guru dapat menmpatkan siswanya yang mempunyai kemempuan yang sama dan kelompok yang sama.
d.      Evaluasi berfungsi sebagai pengukuran keberhasilan.
Hal ini bermaksud utuk mengetahui sejauh mana keberhasilan suatu program di terapkan
            Fungsi evaluasi dalam proses pengembangan sistem pendidikan dimaksud untuk:perbaikan sistem, pertanggung jawaban terhadap pemerintah dan masyarakat, penentuan tindak lanjut hasil pengembangan.
B.     JENIS-JENIS EVALUASI PEMBELAJARAN
Jenis evaluasi berdasarkan tujuan dibedakan atas lima jenis evaluasi :
1.      Evaluasi diagnostik
Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang di tujukan untuk menelaah kelemahan -kelemahan siswa beserta faktor-faktor penyebabnya.
2.      Evaluasi selektif
Evaluasi selektif adalah evaluasi yang di gunakan untuk memilih siwa yang paling tepat sesuai dengan kriteria program kegiatan tertentu.
3.      Evaluasi penempatan
Evaluasi penempatan adalah evaluasi yang digunakan untuk menempatkan siswa dalam program pendidikan tertentu yang sesuai dengan karakteristik siswa.
4.      Evaluasi formatif
Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan untuk memperbaiki dan meningkatan proses belajar dan mengajar
5.      Evaluasi sumatif
Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan untuk menentukan hasil dan kemajuan bekajra siswa
C.    PERINSIP PENILAIAN
1.      Valid adalah kesesuaian antara alat  ukur dengan apa yang hendak di ukur
2.      Objektif yaitu menilai seseorang berdasarkan kemampuannya
3.      Bermakna yaitu punya manfaat bagi pihak-pihak yang terkait
4.      Terbuka yaitu peserta didik harus tau peroses penilaian
5.      Mendidik yaitu hasis belajar bisa mendorong peserta didik untuk memperbaiki hasil belajarnya
6.      Menyeluru yaitu yang dinilai tidak hanya pada satu asapek tetapi meliputi, afektif, kongnitif dan psikomotorik
7.      Berkesinambungan yaittu penilaian harus saling melengkapi
8.      Akun tabel yaitu penilaian harus bisa di pertanggun jawabka

D.    ASPEK BELAJAR YANG HARUS DI UKUR
Ø  Rana Kongnitif
1)      Pengetahuan adalah sesuatu hal yang bersifat ingatan atau hafalan atau hanya sekedar diketahui karena kita perna meendengarnya
2)      Pemahaman adalah sesuatu yang membutuhkan penafsiran atau pemahaman terhadap makna soal dan membutuhkan pemikiran atau berfikir
3)      Aplikasi atau penerapan adalah sesustu yang di terapkan seperti rumus
4)      Analisis adaalah membagi satu kesatuan kedalam satu bagian yang lebi kompleks
5)      Sintesis adalah merangkum hal-hal yang berpisah menjadi satu hal yang bermakna
6)      Evaluasi adalah memberi penilaian ataau pendapat
Ø  Rana afektif
1)      Recaiving ( penerimaan ) yaitu jika ada ransangan dari luar atau suatu hal yang ada di sekitar kita
2)      Responding (tanggapan) adalah memberi tanggapan atau merespon
3)      Valning (penilaian) yaitu memberi pertimbangan atau penilaian
4)      Organisasi (mengatur) yaitu mengatur aktifitas atau agenda
5)      Internalisasi yaitu sesustu yang tidak ter jadwal tetapi suda menjadi kebiasaan.
Ø  Psikomotorik
1)      Gerak refleks
2)      Keterampilan gerak dasar
3)      Kemampuan perseptual
4)      Kemampuan di bidang fisik
5)      Gesak skil
6)      Kemampuan gerakan ekspresi dan interaktif

E.     TES DAN NONN TES
TES TERTULIS
1.      Tes uraian
Salah satu cara mengevaluasi pembelajaran adalah dengan menggunakan Tes Esai. Tes esai (uraian) adalah pertanyaan yang menuntut peserta didik untuk menjawab dalam bentuk menguraikan, menjelaskan, mendiskusikan, membandingkan, memberikan alasan, dan bentuk lain yang sejenis sesuai dengan tuntutan pertanyaan dengan menggunakan kata-kata dan bahasa sendiri.
Tes uraian (Esai) adalah butiran soal yang mengandung pertanyaan atau tugas yang jawaban atau pengerjaan soal tersebut harus dilakukan dengan cara mengekspresikan pikiran peserta tes secara naratif. Ciri khas tes uraian ialah jawaban terhadap soal tersebut tidak disediakan oleh orang yang mengkontruksi butir soal, tetapi dipasok oleh peserta tes. Peserta tes bebas untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Setiap peserta tes dapat memilih, menghubungkan, dan atau menyampaikan gagasan dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Jadi perbedaan utama tes objektif dan uraian dalah siapa yang menyediakan jawaban atau alternative jawaban sudah disediakan oleh pembuat soal. Dengan pengertian diatas maka pemberian skor terhadap soal uraian tidak mungkin dilakukan secara objektif
2.      Tes objektif
Bentuk tes objektif disebut juga sebagai tes jawaban singkat. Sesuai dengan namanya, tes jawab singkat menuntut peserta didik hanya dengan memberikan jawaban singkat, bahkan hanya dengan memilih kode-kode tertentu yang mewakili alternatif jawaban yang telah disediakan, misalnya dengan memberikan tanda silang, melingkari, atau menghitamkan opsi jawaban yang dipilih.
Bentuk-bentuk Tes Objektif


1.      Bentuk  tes benar-salah
Bentuk tes benar-salah adalah bentuk tes yang soal-soalnya berupa pernyataan. Sebagian dari pernyataan itu merupakan pernyataan yang benar dan sebagian lagi merupakan pernyataan yang salah. Pada umumnya bentuk soal benar-salah dapat dipakai untuk mengukur pengetahuan siswa tentang fakta,definisi,dan prinsip.
Variasi bentuk soal benar-salah
Ø  Tipe pernyataan benar-salah tanpa koreksi
Contoh:
(B) – S 1. Penyakit malaria dijangkitkan oleh nyamuk Anopheles.
B – (S) 2. Bila makanan dibekukan, bakteri yang ada di dalamnya akan   mati.
Ø  Tipe pernyataan benar-salah dengan koreksi
Contoh:
Petunjuk:
Bacalah setiap pernyataan berikut. Jika pernyataan itu benar lingkari huruf B. Jika pernyataan itu salah lingkari huruf S, dan ubahlah kata yang digarisbawahi dengan kata yang benar, dan tulislah kata tersebut pada ruang kosong yang disediakan.
B – (S) (elektron) 1. Partikel listrik negatif disebut neutron.
(B) – S …………….2. Provinsi di Jawa yang terpadat penduduknya adalah Jawa Timur.
Ø  Tipe soal benar-salah berumpun
Contoh:
Manakah dari penyakit-penyakit berikut yang disebabkan oleh virus?
(B) – S 1. Cacar air
B – (S) 2. Radang tenggorokan
(B) – S 3. Influenza
B – (S) 4. Malaria
B – (S) 5. Campak
B – (S) 6. TBC
2.      Bentuk Tes Menjodohkan
Bentuk tes menjodohkan terdiri atas dua kelompok pernyataan yang paralel. Kedua kelompok pernyataan ini berada dalam satu kesatuan. Kelompok sebelah kiri merupakan bagian yang berisi soal-soal yang harus dicari jawabannya. Dalam bentuk yang paling sederhana, jumlah soal sama dengan jumlah jawabannya,tetapi sebaiknya jumlah jawaban yang disediakan dibuat lebih banyak daripada soalnya karena hal ini akan mengurangi kemungkinan siswa menjawab betul dengan hanya menebak.
Contoh:
Kelompok  A                                          Kelompok  B
b  1. Kekurangan vitamin C                  a. Penyakit rabun ayam
f   2. Kekurangan vitamin B                  b. Sariawan
kompleks                                       c. Penyakit gondok
e  3. Kekurangan vitamin B1                d. Penyakit rakhitis
a  4. Kekurangan vitamin A                  e. Penyakit beri-beri
d  5. Kekurangan vitamin D                  f. Pertumbuhan badan lambat

3.       Bentuk Tes Pilihan Ganda
Soal pilihan ganda adalah bentuk tes yang mempunyai satu jawaban yang benar atau paling tepat. Dilihat dari strukturnya, bentuk soal pilihan ganda terdiri atas:
Ø  Stem : pertanyaan atau pernyataan yang berisi permasalahan yang akan dinyatakan.
Ø   Option : sejumlah pilihan atau alternatif jawaban
Ø  Kunci : jawaban yang benar atau paling tepat.
Ø  Distractor : jawaban-jawaban lain selain kunci jawaban (pengecoh).
Variasi bentuk soal pilihan ganda :
Selain bentuk soal pilihan ganda biasa terdapat model bentuk pilihan ganda lainnya, yaitu bentuk soal hubungan antarhal (HAH) dan bentuk soal pilihan ganda kompleks (PGK). Pada kedua bentuk soal itu masing-masing pilihan jawabannya ditetapkan dan berfungsi sebagai petunjuk jawaban soal.
Pada bentuk soal hubungan antarhal, siswa dituntut untuk mengidentifikasi hubungan sebab akibat antara pernyataan pertama (yang merupakan akibat) dan pernyataan kedua ( yang merupakan sebab). Kedua pernyataan  (pertama dan kedua) dihubungkan dengan kata “sebab”. Kedua peryataan itu dapat benar, salah atau dapat juga pernyataan yang satu benar yang lain salah. Apabila kedua pernyataan itu benar,yang perlu diperhatikan ialah apakah kedua pernyataan itu mempunyai hubungan sebab akibat.
Contoh :
Petunjuk :
Untuk soal berikut pilihlah:
a.       Jika pernyataan pertama betul, pernyataan kedua betul dan keduanya mempunyai hubungan sebab-akibat.
b.      Jika pernyataan pertama betul, pernyataan kedua betul tetapi keduanya tidak mempunyai hubungan sebab-akibat.
c.       Jika salah satu dari kedua pernyataan salah.
d.      Jika kedua pernyataan salah.
NON TES
1.      Penilaian Portofolio
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didik, hasil tes (bukan nilai) atau bentuk informasi lain yang terkait dengan kompetensi tertentu dalam satu mata pelajaran. Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya-karya siswa secara individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran. Akhir suatu periode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru dan peserta didik sendiri. Berdasarkan informasi perkembangan tersebut, guru dan peserta didik sendiri dapat menilai perkembangan kemampuan peserta didik dan terus melakukan perbaikan. Dengan demikian, portofolio dapat memperlihatkan perkembangan kemajuan belajar peserta didik melalui karyanya, antara lain: karangan, puisi, surat, komposisi musik, gambar, foto, lukisan, resensi buku/ literatur, laporan penelitian, sinopsis, dsb.
2.      Penilaian Unjuk Kerja
Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu seperti: praktek di laboratorium, praktek sholat, praktek OR, presentasi, diskusi, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi/ deklamasi dll. Cara penilaian ini dianggap lebih otentik daripada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya.
3.      Penilaian hasil kerja
Penilaian hasil kerja adalah penilaian terhadap kemampuan siswa membuat produk-produk teknologi dan seni seperti; makanan, pakaian, hasil karya seni, barang-barang terbuat dari kayu, keramik, pelastik dan logam.
   Cara ini tidak hanya melihat hasil akhirnya saja tapi peroses pembuatanya juga, contoh; kemapuan siswa menggubakan berbagai teknik menggambar, menggunakan peralatan dengan aman, membakar kue dengan hasil yang baik.
4.      Penilaian penugasan
Penilaian melalui peroyek dilakukan terhadap suatu tugas atau penyelidikan yang dilakukan siswa secara individual atau kelompok untuk periode tertentu.tugas tersebut berupa investigasi berupa perencanaan pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data.
5.      Penilaian Sikap
Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu/objek. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Sikap dapat dibentuk, sehingga terjadi perilaku atau tindakan yang diinginkan.
Sikap terdiri dari tiga komponen, yakni: afektif, kognitif, dan konatif. Komponen afektif adalah perasaan yang dimiliki oleh seseorang atau penilaiannya terhadap sesuatu objek. Komponen kognitif adalah kepercayaan atau keyakinan seseorang mengenai objek. Adapun komponen konatif adalah kecenderungan untuk berperilaku atau berbuat dengan cara-cara tertentu berkenaan dengan kehadiran objek sikap.
6.      Penilaian Diri (self assessment)
Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu. Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif, afektif dan psikomotor.
1)      Penilaian kompetensi kognitif di kelas, misalnya: peserta didik diminta untuk menilai penguasaan pengetahuan dan keterampilan berpikirnya sebagai hasil belajar dari suatu mata pelajaran tertentu. Penilaian diri peserta didik didasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan.
2)      Penilaian kompetensi afektif, misalnya, peserta didik dapat diminta untuk membuat tulisan yang memuat curahan perasaannya terhadap suatu objek tertentu. Selanjutnya, peserta didik diminta untuk melakukan penilaian berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan.
3)      Berkaitan dengan penilaian kompetensi psikomotorik, peserta didik dapat diminta untuk menilai kecakapan atau keterampilan yang telah dikuasainya berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan.
F.     LANGKAH-LANGKA PEMBUATAN TES
Ø  Perencanaan pembuatan tes
Langkah-langkah perencanaan pembuatan tes yaitu sbb
1)      Pengambilan sampel dan pengambilan butir soal
2)      Tentukan tipe tes yang akan digunakan
3)      Aspek kemapuan yang akan diujikan ( c1-c6 )
4)      Formak butir ( tidak monoton)
5)      Jumlah butir
6)      Tinkat kesukaran ( diawal harus muda atau berjenjang tingkat kesukarannya)
Ø  Perencanaan pengembangan tes
Langkah-lankah pengembangan tes yaitu sbb
1)      Penyusuunan kompetensi
2)      Buat kisi-kisi
3)      Menelaah soal
4)      Uji coba ( mencoba di kelas lain)
5)      Analisis butir
6)      Perbaiki tes
7)      Melaksaanakan tes
8)      Menafsirkan tes
G.    PENILAIAN KETERAMPILAN
1.      TES PRAKTIK
a)      Tes praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan melakukan suatu aktivitas atau perilaku sesuaidengan tuntutan kompetensi. Tes praktik dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu.Penilaian digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu seperti: praktik di laboratorium, praktik salat, praktik olahraga, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi/deklamasi, dan sebagainya.
b)     Perencanaan Tes Praktik
Berikut ini adalah beberapa langkah yang harus dilakukan dalam merencanakan tes praktik.
1)      Menentukan kompetensi yang penting untuk dinilai melalui tes praktik.
2)      Menyusun indikator hasil belajar berdasarkan kompetensi yang akan dinilai.
3)      Menguraikan kriteria yang menunjukkan capaian indikator hasil belajar.
4)      Menyusun kriteria ke dalam rubrik penilaian.
5)      Menyusun tugas sesuai dengan rubrik penilaian.
6)      Menguji cobakan tugas jika terkait dengan kegiatan praktikum atau penggunaan alat.
7)      Memperbaiki berdasarkan hasil uji coba, jika dilakukan uji coba.
8)      Menyusun kriteria/batas kelulusan/batas standar minimal capaian kompetensi peserta didik.
c)      Pelaksanaan Tes Praktik
Berikut ini adalah beberapa langkah yang harus dilakukan dalam melaksanakan tes praktik.
1)      Menyampaikan rubrik sebelum pelaksanaan penilaian kepada peserta didik.
2)      Memberikan pemahaman yang sama kepada peserta didik tentang kriteria penilaian.
3)      Menyampaikan tugas kepada peserta didik.
4)      Memeriksa kesediaan alat dan bahan yang digunakan untuk tes praktik.
5)      Melaksanakan penilaian selama rentang waktu yang direncanakan.
6)      Membandingkan kinerja peserta didik dengan rubrik penilaian.
7)      Melakukan penilaian dilakukan secara individual.
8)      Mencatat hasil penilaian.
9)      Mendokumentasikan hasil penilaian.
d)     Pelaporan Hasil Tes Praktik
Pelaporan hasil penilaian sebagai umpan balik terhadap penilaian melalui tes praktik harus memperhatikan beberapa hal berikut ini.
1)      Keputusan diambil berdasarkan tingkat capaian kompetensi peserta didik.
2)      Pelaporan diberikan dalam bentuk angka dan atau kategori kemampuan dengan dilengkapi oleh deskripsi yang bermakna.
3)      Pelaporan bersifat tertulis.
4)      Pelaporan disampaikan kepada peserta didik dan orangtua peserta didik.
5)      Pelaporan bersifat komunikatif, dapat dipahami oleh peserta didik dan orangtua peserta didik.
6)      Pelaporan mencantumkan pertimbangan atau keputusan terhadap capaian kinerja peserta didik.
e)      Acuan Kualitas Instrumen Tes Praktik
Tugas dan rubrik merupakan instrumen dalam tes praktik. Berikut ini akan diuraikan standar tugas dan rubrik.
1)      Acuan Kualitas Tugas
Tugas-tugas untuk tes praktik harus memenuhi beberapa acuan kualitas berikut.
a.       Tugas mengarahkan peserta didik untuk menunjukkan capaian hasil belajar.
b.      Tugas dapat dikerjakan oleh peserta didik.
c.       Mencantumkan waktu/kurun waktu pengerjaan tugas.
d.      Sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik,
e.       Sesuai dengan konten/cakupan kurikulum
f.       Tugas bersifat adil (tidak bias gender dan latar belakang sosial ekonomi)
f)       Acuan Kualitas Rubrik
a.       Rubrik memuat seperangkat indikator untuk menilai kompetensi tertentu.
b.      Indikator dalam rubric diurutkan berdasarkan urutan langkah kerja pada tugas atau sistematika pada hasil kerja peserta didik.
c.       Rubrik dapat mengukur kemampuan yang akan diukur (valid).
d.      Rubrik dapat digunakan (feasible) dalam menilai kemampuan peserta didik.
e.       Rubrik dapat memetakan kemampuan peserta didik.
f.       Rubrik disertai dengan penskoran yang jelas untuk pengambilan keputusan.
2.      PENILAIAN PORTOFOLIO
a.      Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengancara menilai kumpulan seluruh karya peserta didik dalambidang tertentu yang bersifat reflektif-integratif untukmengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan/ataukreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Karyatersebut dapat berbentuk tindakan nyata yang mencerminkankepedulian peserta didik terhadap lingkungannya.

b.      Perencanaan Penilaian Portofolio
Berikut ini adalah beberapa langkah yang harus dilakukan dalam merencanakan penilaian portofolio.
a)      Menentukan kompetensi dasar (KD) yang akan dinilai pencapaiannya melalui tugas portofolio pada awal semester dan diinformasikan kepada peserta didik.
b)      Merumuskan tujuan pembelajaran yang akan dinilai pencapaiannya melalui penilaian portofolio.
c)      Menjelaskan tentang tujuan penggunaan, macam dan bentuk serta kriteria penilaian dari kinerja dan atau hasil karya peserta didik yang akan dijadikan portofolio. Penjelasan disertai contoh portofolio yang telah pernah dilaksanakan.
d)     Menentukan kriteria penilaian. Kriteria penilaian portofolio ditentukan oleh guru atau guru dan peserta didik.
e)      Menentukan format pendokumentasian hasil penilaian portofolio, minimal memuat topik kegiatan tugas portofolio, tanggal penilaian, dan catatan pencapaian (tingkat kesempurnaan) portofolio.
f)       Menyiapkan map yang diberi identitas: nama peserta didik, kelas/semester, nama sekolah, nama mata pelajaran, dan tahun ajaran sebagai wadah pendokumentasian portofolio peserta didik.
c.       Pelaksanaan Penilaian Portofolio
Pelaksanaan penilaian portofolio, harus memenuhi beberapa kriteria berikut.
a)      Melaksanakan proses pembelajaran terkait tugas portofolio dan menilainya pada saat kegiatan tatap muka, tugas terstruktur atau tugas mandiri tidak terstruktur, disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran dan tujuan kegiatan pembelajaran.
b)      Melakukan penilaian portofolio berdasarkan kriteria penilaian yang telah ditetapkan atau disepakati bersama dengan peserta didik. Penilaian portofolio oleh peserta didik bersifat sebagai evaluasi diri.
c)      Peserta didik mencatat hasil penilaian portofolionya untuk bahan refleksi dirinya.
d)     Mendokumentasikan hasil penilaian portofolio sesuai format yang telah ditentukan
e)      Memberi umpan balik terhadap karya peserta didik secara berkesinambungan dengan cara memberi keterangan kelebihan dan kekurangan karya tersebut, cara memperbaikinya dan diinformasikan kepada peserta didik.
f)       Memberi identitas (nama dan waktu penyelesaian tugas), mengumpulkan dan menyimpan portofolio masing-masing dalam satu map atau folder di rumah masing-masing ataudi loker sekolah.
g)      Setelah suatu karya dinilai dan nilainya belum memuaskan, peserta didik diberi kesempatan untuk memperbaikinya.
h)      Membuat “kontrak” atau perjanjian mengenai jangka waktu perbaikan dan penyerahan karya hasil perbaikan kepada guru
i)        Memamerkan dokumentasi kinerja dan atau hasil karya terbaik portofolio dengan cara menempel di kelas
j)        Mendokumentasikan dan menyimpan semua portofolio ke dalam map yang telah diberi identitas masing-masing peserta didik untuk bahan laporan kepada sekolah dan orang tua peserta didik
k)       Mencantumkan tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan peserta didik sehingga dapat terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu untuk bahan laporan kepada sekolah dan atau orang tua peserta didik
l)        Memberikan nilai akhir portofolio masing-masing peserta didik disertai umpan balik.
d.      Acuan Kualitas Instrumen Penilaian Portofolio
Tugas dan rubrik merupakan instrumen dalam penilaian portofolio. Berikut ini akan diuraikan standar tugas dan rubrik pada penilaian portofolio.
1.      Acuan Tugas Penilaian Portofolio
Tugas-tugas untuk pembuatan portofolio harus memenuhi beberapa kriteria berikut.
a.       Tugas sesuai dengan kompetensi dan tujuan pembelajaran yang akan diukur.
b.      Hasil karya peserta didik yang dijadikan portofolio berupa pekerjaan hasil tes, perilaku peserta didik sehari-hari, hasil tugas terstruktur, dokumentasi aktivitas peserta didik di luar sekolah yang menunjang kegiatan belajar.
c.       Tugas portofolio memuat aspek judul, tujuan pembelajaran, ruang lingkup belajar, uraian tugas, kriteria penilaian.
d.      Uraian tugas memuat kegiatan yang melatih peserta didik mengembangkan kompetensi dalam semua aspek (sikap, pengetahuan, keterampilan).
e.       Uraian tugas bersifat terbuka, dalam arti mengakomodasi dihasilkannya portofolio yang beragam isinya.
f.       Kalimat yang digunakan dalam uraian tugas menggunakan bahasa yang komunikatif dan mudah dilaksanakan.
g.      Alat dan bahan yang digunakan dalam penyelesaian tugas portofolio tersedia di lingkungan peserta didik dan mudah diperoleh.
2.      Acuan Rubrik Penilaian Portofolio
Rubrik penilaian portofolio harus memenuhi kriteria berikut.
a)      Rubrik memuat indikator kunci dari kompetensi dasar yang akan dinilai penacapaiannya dengan portofolio.
b)      Rubrik memuat aspek-aspek penilaian yang macamnya relevan dengan isi tugas portofolio.
c)      Rubrik memuat kriteria kesempurnaan (tingkat, level) hasil tugas.
d)     Rubrik mudah untuk digunakan oleh guru dan peserta didik.
e)      Rubrik menggunakan bahasa yang lugas dan mudah dipahami.
3.      PROJEK
a.      Projek adalah tugas-tugas belajar (learning tasks) yang meliputikegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secaratertulis maupun lisan dalam waktu tertentu.
Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode atau waktu tertentu.Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data.Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, penyelidikan dan menginformasikan peserta didik pada mata pelajaran dan indikator/topik tertentu secara jelas.
Pada penilaian proyek, setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan: (a) kemampuan pengelolaan: kemampuan peserta didik dalam memilih indikator/topik, mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan,
(b) relevansi, kesesuaian dengan mata pelajaran dan indikator/topik, dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran, dan
 (c) keaslian: proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap proyek peserta didik.

b.      Perencanaan Penilaian Proyek
Berikut ini adalah beberapa langkah yang harus dipenuhi dalam merencanakan penilaian proyek.
a)      Menentukan kompetensi yang sesuai untuk dinilai melalui proyek.
b)      Penilaian proyek mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan proyek.
c)      Menyusun indikator proses dan hasil belajar berdasarkan kompetensi.
d)     Menentukan kriteria yang menunjukkan capaian indikator pada setiap tahapan pengerjaan proyek.
e)      Merencanakan apakah task bersifat kelompok atau individual.
f)        Merencanakan teknik-teknik dalam penilaian individual untuk tugas yang dikerjakan secara kelompok.
g)      Menyusun tugas sesuai dengan rubrik penilaian.
c.       Pelaksanaan Penilaian Proyek
Berikut ini adalah beberapa langkah yang harus dilakukan dalam melaksanakan penilaian proyek.
1.         Menyampaikan rubrik penilaian sebelum pelaksanaan penilaian kepada peserta didik.
2.          Memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang kriteria penilaian.
3.         Menyampaikan tugas disampaikan kepada peserta didik.
4.         Memberikan pemahaman yang sama kepada peserta didik tentang tugas yang harus dikerjakan.
5.         Melakukan penilaian selama perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan proyek.
6.         Memonitor pengerjaan proyek peserta didik dan memberikan umpan balik pada setiap tahapan pengerjaan proyek.
7.         Membandingkan kinerja peserta didik dengan rubrik penilaian.
8.         Memetakan kemampuan peserta didik terhadap pencapaian kompetensi minimal,
9.         Mencatat hasil penilaian.
10.     Memberikan umpan balik terhadap laporan yang disusun peserta didik.

d.      Acuan Kualitas Instrumen Penilaian Proyek
Tugas dan rubrik merupakan instrumen dalam penilaian proyek. Berikut ini akan diuraikan standar tugas dan rubrik pada penilaian proyek.
1.       Acuan Kualitas Tugas dalam Penilaian Proyek
Tugas-tugas untuk penilaian proyek harus memenuhi beberapa acuan kualitas berikut.
(a) Tugas harus mengarah pada pencapaian indikator hasil belajar.
(b) Tugas dapat dikerjakan oleh peserta didik.
(c) Tugas dapat dikerjakan selama proses pembelajaran atau merupakan bagian dari pembelajaran mandiri.
(d) Tugas sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik.
(e) Materi penugasan sesuai dengan cakupan kurikulum.
(f) Tugas bersifat adil (tidak bias gender dan latar belakang sosial ekonomi).
(g) Tugas mencantumkan rentang waktu pengerjaan tugas.
2. Acuan Kualitas Rubrik dalam Penilaian Proyek
Rubrik untuk penilaian proyek harus memenuhi beberapa kriteria berikut:
(a) Rubrik dapat mengukur target kemampuan yang akan diukur (valid).
(b) Rubrik sesuai dengan tujuan pembelajaran.
(c) Indikator menunjukkan kemampuan yang dapat diamati (observasi).

(d) Indikator menunjukkan kemampuan yang dapat diukur.
(e) Rubrik dapat memetakan kemampuan peserta didik.
(f) Rubrik menilai aspek-aspek penting pada proyek peserta didik.
penilaian
Nilai =Jumlah sekor yang di peroleh  X 100%
Skor maksmun