Tugas:
Fainal madia
pembelajaran
CAI MODEL GAMES
Oleh:
DARMAN.S
12010103065
SITI KHADIJA
12010103022
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN/MPI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
KENDARI
2015
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena izin dan
ridha-Nya jualah penulis dapat menyeleaikan penyusunan makalah ini, Shalawat
dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhamad SAW,
yang telah membawa kedamaian dan rahmat
untuk semesta alam.
Makalah ini disusun dengan segalah keterbatasan,
namun terkandung harapan semoga dapat dijadikan masukan dan bahan pemikiran
serta untuk diaplikasikan. Penulis juga menyadari bahwa dalam makalah inin masih
terdapat banyak kesalahan, oleh karena itu diharapkan saran dan kritik yang
sifat membangun.
Akhirnya kepada Allah jualah penulis mohon ampun,
kalau sampai terjadi kesalahan dalam penulisan makalah ini. Semoga makalah ini
dapat bermanfaat, Amin Ya Robil Alamin.
Kendari, 10
Mei 2015
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL........................................................................ i
KATA PENGANTAR..................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
a.
Latar Belakang.................................................................. 1
b. Rumusan
masalah............................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN
a.
Konsep dasar cai model game………………………….. 2
b. Pembelajaran
cai model games………………………… 4
c. Plow chart..................................................................... 6
d. Perencanaan
produksi program cai model games .......... 8
e. Proses
produksi program cai model games .................... 8
f. Perancangan
beberapa games sederhana ...................... 9
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan...................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA...................................................................... 11
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
CAI
model games merupakan sebuah program yany telah memberikan kemudahan-kemudahan dapa peserta didik,agar
dapat mudah memahami pelajaran yang telah diajarkan melalui cara bermain, dalam
game membuat peserta didik terlibat atau ikut serta dalam proses pembelajaran
secara aktif, dimana siswa akan dihadapkan pada situasi menang atau kalah yang
meminta menebak kata dalam game tersebut yang belum diketahui jawabanya, dimana
setiap siswa yang berhasil menjawab dengan baik maka dia akan mendapatkan nilai
baik, jika tidak siswa tersebut harus mengulangi pelajaran tersebut sampai
benar.
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah:
1. Bagaiman Konsep dasar CAI model
game?
2. Bagaimana Pembelajaran
CAI model games?
3.
Apa kegunaan Plow chart?
4.
Bagaimana Perencanaan
produksi program CAI model games?
5.
Bagaimana Proses
produksi program CAI model games ?
6.
Bagaiman Perancangan
beberapa games sederhana?
C.
Tujuan
1.
Dapat menjelaskan pengertian cai
model games
2.
Dapat menjelaskan Pembelajaran
cai model games
3.
Dapat menjelaskan Plow
chart
4.
Dapat mengetahui program CAI
5.
Dapat merancang program CAI
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Konsep
Dasar CAI Model Game
Program CAI model game atau permainan merupakan
program pembelajaran yang lebih menekan pada penyajian bentuk-bentuk permainan
dengan muatan bahan pelajaran di dalamnya. Melaluai perkembangan teknologi
computer dewasa ini, inovasi di bidang pembelajaran telah banyak membawa
perubahan. Namun demikian, berbagai tangtangan dan tuntutan dalam memprogram
sebuah tahapan Pembelajaran untuk siswa tidaklah mudah. Pemanfaatan teknologi
komunikasi dalam bentuk perangkat computer ini dapat membantu desain desain
perumpamaan atau desain permainan pembelajaran.
Model game membuat peserta didik terlibat dalam
situasi menang atau kalah yang meminta memprektikkan kemampuan untuk mengethui
atau dalam proses perkembangan. Praktik disebutkan untuk mempasilitasi
didapatkannya pengetahuan (biggs dan moore, 1993). Contoh game pembelajaran
pada web termasuk juga multiplication motha, the Hanoi tower, motchar racing,
the number machine, morn hunt,can you add them up to 24 dan spacey math.
Penekanan CAI
model game ini terletak pada upaya memaksimalkan aktivitas belajar mengajar
csecara berkesinambungan dalam bentuk
interaksi antara peserta didik dan materi pelajaran dalam bentuk permainan. Permainan
yang didesainbiasanya menunjukan kategoribelajar melatih kecerdasan visual,
kinestetik, dan audutif. Mengapa demikian? Mengingat selaama ini banyak sekali
peserta duduk khususnya usia pendidikan dasar, ternyata cukup mampu menangkap
prosedurpembelajaran yang dikemas dalam bentuk permainan. Phenomena inididukung
oleh banyaknya perangkat dan adopsi Teknologi Informasi dan Komunikasi yang
dimanfaatkan untuk melayani perkembangan dan kebutuhan bermain anak usia
sekolah.
Seiring dengan banyaknya ahli yang meneliti mengenai
kontribusi dan efktifitaas dukungan pembelajaran berbasis computer terhadap
keberhasilan peserta didik menuntaskan pembelajaran tertentu, maka alangkah
baiknya jika dewasa ini para guruberani untuk mencoba mendesainnya. Berbagai
hasil penelitian sebagaimana dipaparkan sebelumnya bahwa anak yang belajar
dengan hanya tatap muka.
Efek CAI model games ini mampu memberikan kondisi
yang lebih rileks yang dirasakan siswa ketika belajar. Dengan kondisi ini,
siswa tidak akan mengalami kelemahan belajar karena materi yang disajikan dalam
model games ini adalahbetul-betul bentuk ditemui di rental-rental sekarang ini.
Pembelajaran CAI model games ini dikenalkan kepada
para pendidik guna mengatasi berbagai masalah sebagai berikut:
1. Keterbatasan
jam pelajaran, sehingga siswa sulit memperdalam penjelasan guru disekolahnya
secara menarik dalam bentuk mengemasan materi tertentu;
2. Suasana
untuk siswa berkonsultasi dengan guru yang cenderung kaku dan sungkan mengenai
materi pelajaran selama kegiatan belajar mengajar di kelas.
3. Rasio
guru dan siswa yang tidak seimbang sehingga menyulitkan siswa dan guru
berinteraksi.
4. Kebutuhan
mengelola waktu belajar dan mengukur kecakapan sendiri oleh siswa karena format
pembelajaran di kelas cenderung seragam.
5. Bentuk
penguatan yang memerikan suasana rileks selama pembelajaran yang masih jadi
tantangan bagi para guru yang jarang dilakukan selama ini.
6. Tentukan
kebutuhan praktikum yang nyata di sekolah yang selama ini masih optimal
terpenuhi saran prasaarananya.
7. Adanya
kondisi pendidik dan peserta didik yang tidak dapat berjumpadalam jam pelajaran
di kelas.
B.
Pembelajaran
CAI model games
Model permainan ini dikembangkan berdasarkan atas “
pembelajaran menyenangkan” karena peserta didik akan dihadapkan pada beberapa
petunjuk dan aturan permainan dalam konteks pembelajaran sering disebut dengan
Instructional Games (Criswell, 1989: 20). “instructional games are type of
training simulation. Like simulation, they require the student to act in a
problem situation.” Pembelajaran desainseola peserta didik mengikuti permainan
yang disajikan melalui simulasi-simulasi tertentu yang dibutuhkan agar peserta
didik mampu menerapkan semua pengalaman belajarnya dalam menyelesaikan masalah
yang dimaksud.
Adapun prosedur pembelajaran secara keseluruhan
dalam model permainan ini tidak dengan ketiga model sebelumnya, yaitu terdiri
dari Menu Utama, Petunjuk program, Isi Permainan, dan Evaluasi.
Sebagaimana
telah kita ketahui bersama, pembelajaran Games bertujuan untuk memberikan
“kepuasan”/pemahaman secara tuntas (mastery) kepada siswa mengenai materi atau
bahan pelajaran yang sedang dipelajarinya, terdapat beberapa hal yang menjadi
identitas dari games, yaitu:
1) Pengenalan
2) Penyajian
informasi
3) Pertanyaan
dan respons dalam bentuk permainan
4) Penilaian
respon
5) Pemberian
feedback tentang respons
6) Pembetulan
7) Segmen
pengaturan pengajaran
8) penutup
computer sebagai tutor berorientasi pada upaya dalam
membangun perilaku siswa melalui penggunaan computer. Secara sederhan,
pola-pola pengoprasiannya sebagai berikut:
1) computer
menyjikan games tentang materi pelaran.
2) Siswa
memberikan respons
3) Respos
siswa dievaluasi oleh computer degan orientasi siswa pada arah siswa dalam
menempuh tahapan games berikutnya.
4) Menunjukkan
atau mengulangi tahapan sebelumnya.
Program CAI model games sam halnya dengan
pembelajaran dengan bantuan computer software kelompok macromedia flesh, swish
max, director, articulate interaction, dan program pembangaun lainnya yang
sejenis.
Model game dalam program pembelajaran ditujukan
sebagai pengganti manusia (pendidik) yang penyampaian informasi pembelajarannya
diberikan malalui sejumlah permainan visual online maupun offline yang
bermuatan materi pembelajaran tertentu. Bentuk permainan dalam bentuk games di
antaranya atau perm bias berupa sajian permasalahan, mencocokkan, mencari
pasangan, membentuk sebuah bangun/objek tertentu, bahkan mencari
jawaban-jawaban atas pertanyaan. Jika renspon siswa benar atau berhasil menuntaskan
tiap tahapan permainan yang disediakan, maka program akan bergerak pada games
pembelajaran berikutnya, jika respons siswa salah program maka akan mengulangi
games pelajaran sebelumnya atau bergerak pada salah satu bagian tertentu.
Pelajaran ulang bergantung pada kesalahan yang dibuat siswa .
Adapun tahapan pembelajaran dengan bantuan computer
model games adalah sebagai berikut:
1. Presentation
of Information (penyajian informasi).
2. Playing
Intructional Games ( melalui permainan pembelajaran).
3. Judging
of responses (penilaian respons).
4. Remediation
(pengulangan)
5. Check
Score (melihat nilai).
6. Exit
(keluar) permainan.
C. PLOW
CHART
Flow chart merupakan bagian yang paling penting
dalam memproduksi model pembelajaran berbasis komputer ini, termasuk ketika
akan membuat CAI model games. Flow chart untuk mendesain model permainan ini
harus mampu menunjukkan alur atau jalannya pembelajaran. Flow chart untuk games ini pada dasarnya
memiliki prinsip yang sama dengan model CAI sebelumnya, khususnya untuk logika
pengulangan berkondisi. Sebagaimana telah dijelaskan pada respons siswa, maka
dalam hal ini terdapat dua macam proses terstruktur dasar yaitu:
1. Pemilihan
berkondisi
Dalam
model games logoka, Pemilihan berkondisi juga diperlukan, yaitu berupa feedback
yang harus ditempu siswa dengan melakukan pemilihan langkah berikutnya
berdasarkan suatu kondisi (respon yang diberikan siswa). Jika kondisi
terpenuhi, dalam hal ini permainannya menang, maka proses berikutnya untuk
melakukan permainan lagi akan muncul, demikian pula sebaliknya. Pengondisian
ini dalam bentuk flow chart dasar bias didevinisikan oleh bahasa pernyataan IF-
THEN atau IF- THEN- ELSE.
Gambar 11.1. Flow Chart Segmen
Pemilihan Berkondisi
2. Proses
pengulangan
Flow Chart
mengenai pengondisian pengulangan tahapan permainan juga diperlukan.
Permainan-permaina pengulangan akan berlangsung jika peserta didik masih belum
mencapai target skor permainan, atau belum menuntaskan keseluruhan permainan
yang disediakan. Ungkapan proses pengulangan program permainan ini dituliskan
dalam bentuk pernyataan REPEAT – UNTIL, FOR – DO atau WHILE – DO, sebagaimana
flow chart berikut ini.
Gambar 11.2 Flow Chart Segmen Pengulangan Model
Games
Model permainan atau games ini sebetulnya memiliki
karakteristik yang unik jika dibandingkan dengan model-model CAI yang
sebelumnya. Keunikan tersebut terletak pada penyajian permainan yang memang
tidak boleh memberikan informasi eksplisit bahwa program ini adalah program
pembelajaran. Hal ini sangat penting mengingat jika dituliskan dalam program bahwa program ini adalah untuk
pembelajaran maka peserta didik akan cenderung tidak tertarik untuk menuntaskan
semua permainannya.
Ada banyak model flow chart untuk CAI model games
ini, tetapi pada bagian ini disajikan bentuk flow chart yang sederhana.
D.
Perencanaan
produksi program CAI Model Games
Pada tahap perncanaan,
seorang programmer atau dosen/guru harus menyiapkan minimal tiga bahan yang
mencakup:
- Analisis materi tertentu yang layak dijadikan games;
- Menyusun RPP sesuai dengan mata pelajaran tertentu.
- Membuat flow chart CAI model games.
- Mengembangkan story board CAI model games.
- Menyiapkan software pendukung objek dan logika permainan.
E.
Proses
produksi program CAI model games
setelah
anda membuat perencanaan pengembangan program cai games, langkah selanjutnya
yang harus ditempuh adalah proses produksi. disinilah seorang programer program
pembelajaran harus mengarahkan seluruh kemampuannya untuk menghasilkan program
yang layak dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. sebelum produksi maka anda
harus sudah memiliki story board games.
Story
board model games di atas selanjutnya dikembangkan sebagai pedoman dalam
memulai memproduksi program CAI model games dengan menggunakan Adobe Flash
Professional CS5 sebagaiman yang digunakan untuk model simulasi.
|
no
|
Visual
|
Audio
|
|
1
|
Opening :
judul : perkembangbiakan mahluk hidup
|
|
F.
Perancangan
beberapa games sederhana
Berikut
kita akan menccoba untuk mempraktikkan salah satu CAI model games yang berbedah
dengan contoh storyboard di atas, yaitu permainan “menjidohkan nama dan bentuk
rangka manusia” pada pelajaran Biologi. Untuk lebih jelas, beikuti penjelasan
berikut.
Misalnya
kita akan membuat games pelajaran Biologi tentang permainan berupa
memasang-masangkan organ tubuh manusia. Permainan ini dibuat dengan menggunakan
Adobe Flash CS5. persiapan untuk membuat games atau permainan ini, yaitu
menyiapkan beberapa organ tubuh manusia (misalnya Anda dapat mengunduh dari
situs web).
BAB
III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Program
CAI model game atau permainan merupakan program pembelajaran yang lebih menekan
pada penyajian bentuk-bentuk permainan dengan muatan bahan pelajaran di
dalamnya. Dan siswa dituntut untuk berperan aktif didalam proses pembelajaran
tersebut, siswa juga harus besunggu-sunggu didalam menggikuti proses
pembelajaran ini sebap jika tidak, maka siswa tersebut akan kesulitan didalam
menjawab soal-soal yang ada dalam game tersemut.
DAFTAR PUSTAKA
Deni darmawan. 2011. Teknologi pembelajaran. Bandung: PT
Remaja Rosdakarya
Allesi M, Steven & Trolip
SR.1984. computer Based Istrukstion. Englwood
cliffs, NJ: Prentice Hall Inc
Moh. Ali.1999. pembelajaran berasas komputer (Bahan
Ajar) pada jurusan kurikulum dan teknologi pendidikan FIP UPI.