Selasa, 19 Mei 2015

DARMAN CAI MODEL GAMES



Tugas: Fainal madia pembelajaran
CAI MODEL GAMES



 

Oleh:
DARMAN.S
12010103065
SITI KHADIJA
12010103022




FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN/MPI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
KENDARI
2015


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena izin dan ridha-Nya jualah penulis dapat menyeleaikan penyusunan makalah ini, Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhamad SAW, yang  telah membawa kedamaian dan rahmat untuk semesta alam.
Makalah ini disusun dengan segalah keterbatasan, namun terkandung harapan semoga dapat dijadikan masukan dan bahan pemikiran serta untuk diaplikasikan. Penulis juga menyadari bahwa dalam makalah inin masih terdapat banyak kesalahan, oleh karena itu diharapkan saran dan kritik yang sifat membangun.
Akhirnya kepada Allah jualah penulis mohon ampun, kalau sampai terjadi kesalahan dalam penulisan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat, Amin Ya Robil Alamin.


Kendari, 10 Mei 2015

Penulis
                                                   




DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL........................................................................                    i
KATA PENGANTAR.....................................................................                    ii
DAFTAR ISI....................................................................................                    iii
BAB I PENDAHULUAN
a.       Latar Belakang..................................................................                    1
b.      Rumusan masalah.............................................................                    1
BAB II PEMBAHASAN
a.       Konsep dasar cai model game…………………………..                   2
b.      Pembelajaran cai model games…………………………                     4  
c.       Plow chart.....................................................................                        6
d.      Perencanaan produksi program cai model games  ..........                     8  
e.       Proses produksi program cai model games ....................                     8
f.       Perancangan beberapa games sederhana   ......................                     9  
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan......................................................................                    10
DAFTAR PUSTAKA......................................................................                    11





BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
CAI model games merupakan sebuah program yany telah memberikan  kemudahan-kemudahan dapa peserta didik,agar dapat mudah memahami pelajaran yang telah diajarkan melalui cara bermain, dalam game membuat peserta didik terlibat atau ikut serta dalam proses pembelajaran secara aktif, dimana siswa akan dihadapkan pada situasi menang atau kalah yang meminta menebak kata dalam game tersebut yang belum diketahui jawabanya, dimana setiap siswa yang berhasil menjawab dengan baik maka dia akan mendapatkan nilai baik, jika tidak siswa tersebut harus mengulangi pelajaran tersebut sampai benar.
B.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah:
1.      Bagaiman Konsep dasar CAI model game?
2.      Bagaimana  Pembelajaran CAI model games?
3.      Apa kegunaan Plow chart?
4.      Bagaimana Perencanaan produksi program CAI model games?
5.      Bagaimana Proses produksi program CAI model games ?
6.      Bagaiman Perancangan beberapa games sederhana?
C.    Tujuan
1.      Dapat menjelaskan pengertian cai model games
2.      Dapat menjelaskan Pembelajaran cai model games
3.      Dapat menjelaskan Plow chart
4.      Dapat mengetahui program CAI
5.      Dapat merancang program CAI

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Konsep Dasar CAI Model Game
Program CAI model game atau permainan merupakan program pembelajaran yang lebih menekan pada penyajian bentuk-bentuk permainan dengan muatan bahan pelajaran di dalamnya. Melaluai perkembangan teknologi computer dewasa ini, inovasi di bidang pembelajaran telah banyak membawa perubahan. Namun demikian, berbagai tangtangan dan tuntutan dalam memprogram sebuah tahapan Pembelajaran untuk siswa tidaklah mudah. Pemanfaatan teknologi komunikasi dalam bentuk perangkat computer ini dapat membantu desain desain perumpamaan atau desain permainan pembelajaran.
Model game membuat peserta didik terlibat dalam situasi menang atau kalah yang meminta memprektikkan kemampuan untuk mengethui atau dalam proses perkembangan. Praktik disebutkan untuk mempasilitasi didapatkannya pengetahuan (biggs dan moore, 1993). Contoh game pembelajaran pada web termasuk juga multiplication motha, the Hanoi tower, motchar racing, the number machine, morn hunt,can you add them up to 24 dan spacey math.
Penekanan  CAI model game ini terletak pada upaya memaksimalkan aktivitas belajar mengajar csecara berkesinambungan  dalam bentuk interaksi antara peserta didik dan materi pelajaran dalam bentuk permainan. Permainan yang didesainbiasanya menunjukan kategoribelajar melatih kecerdasan visual, kinestetik, dan audutif. Mengapa demikian? Mengingat selaama ini banyak sekali peserta duduk khususnya usia pendidikan dasar, ternyata cukup mampu menangkap prosedurpembelajaran yang dikemas dalam bentuk permainan. Phenomena inididukung oleh banyaknya perangkat dan adopsi Teknologi Informasi dan Komunikasi yang dimanfaatkan untuk melayani perkembangan dan kebutuhan bermain anak usia sekolah.
Seiring dengan banyaknya ahli yang meneliti mengenai kontribusi dan efktifitaas dukungan pembelajaran berbasis computer terhadap keberhasilan peserta didik menuntaskan pembelajaran tertentu, maka alangkah baiknya jika dewasa ini para guruberani untuk mencoba mendesainnya. Berbagai hasil penelitian sebagaimana dipaparkan sebelumnya bahwa anak yang belajar dengan hanya tatap muka.
Efek CAI model games ini mampu memberikan kondisi yang lebih rileks yang dirasakan siswa ketika belajar. Dengan kondisi ini, siswa tidak akan mengalami kelemahan belajar karena materi yang disajikan dalam model games ini adalahbetul-betul bentuk ditemui di rental-rental sekarang ini.
Pembelajaran CAI model games ini dikenalkan kepada para pendidik guna mengatasi berbagai masalah sebagai berikut:
1.      Keterbatasan jam pelajaran, sehingga siswa sulit memperdalam penjelasan guru disekolahnya secara menarik dalam bentuk mengemasan materi tertentu;
2.      Suasana untuk siswa berkonsultasi dengan guru yang cenderung kaku dan sungkan mengenai materi pelajaran selama kegiatan belajar mengajar di kelas.
3.      Rasio guru dan siswa yang tidak seimbang sehingga menyulitkan siswa dan guru berinteraksi.
4.      Kebutuhan mengelola waktu belajar dan mengukur kecakapan sendiri oleh siswa karena format pembelajaran di kelas cenderung seragam.
5.      Bentuk penguatan yang memerikan suasana rileks selama pembelajaran yang masih jadi tantangan bagi para guru yang jarang dilakukan selama ini.
6.      Tentukan kebutuhan praktikum yang nyata di sekolah yang selama ini masih optimal terpenuhi saran prasaarananya.
7.      Adanya kondisi pendidik dan peserta didik yang tidak dapat berjumpadalam jam pelajaran di kelas.
B.     Pembelajaran CAI model games
Model permainan ini dikembangkan berdasarkan atas “ pembelajaran menyenangkan” karena peserta didik akan dihadapkan pada beberapa petunjuk dan aturan permainan dalam konteks pembelajaran sering disebut dengan Instructional Games (Criswell, 1989: 20). “instructional games are type of training simulation. Like simulation, they require the student to act in a problem situation.” Pembelajaran desainseola peserta didik mengikuti permainan yang disajikan melalui simulasi-simulasi tertentu yang dibutuhkan agar peserta didik mampu menerapkan semua pengalaman belajarnya dalam menyelesaikan masalah yang dimaksud.
Adapun prosedur pembelajaran secara keseluruhan dalam model permainan ini tidak dengan ketiga model sebelumnya, yaitu terdiri dari Menu Utama, Petunjuk program, Isi Permainan, dan Evaluasi.
Sebagaimana telah kita ketahui bersama, pembelajaran Games bertujuan untuk memberikan “kepuasan”/pemahaman secara tuntas (mastery) kepada siswa mengenai materi atau bahan pelajaran yang sedang dipelajarinya, terdapat beberapa hal yang menjadi identitas dari games, yaitu:
1)      Pengenalan
2)      Penyajian informasi
3)      Pertanyaan dan respons dalam bentuk permainan
4)      Penilaian respon
5)      Pemberian feedback tentang respons
6)      Pembetulan
7)      Segmen pengaturan pengajaran
8)      penutup
computer sebagai tutor berorientasi pada upaya dalam membangun perilaku siswa melalui penggunaan computer. Secara sederhan, pola-pola pengoprasiannya sebagai berikut:

1)      computer menyjikan games tentang materi pelaran.
2)      Siswa memberikan respons
3)      Respos siswa dievaluasi oleh computer degan orientasi siswa pada arah siswa dalam menempuh tahapan games berikutnya.
4)      Menunjukkan atau mengulangi tahapan sebelumnya.
Program CAI model games sam halnya dengan pembelajaran dengan bantuan computer software kelompok macromedia flesh, swish max, director, articulate interaction, dan program pembangaun lainnya yang sejenis.
Model game dalam program pembelajaran ditujukan sebagai pengganti manusia (pendidik) yang penyampaian informasi pembelajarannya diberikan malalui sejumlah permainan visual online maupun offline yang bermuatan materi pembelajaran tertentu. Bentuk permainan dalam bentuk games di antaranya atau perm bias berupa sajian permasalahan, mencocokkan, mencari pasangan, membentuk sebuah bangun/objek tertentu, bahkan mencari jawaban-jawaban atas pertanyaan. Jika renspon siswa benar atau berhasil menuntaskan tiap tahapan permainan yang disediakan, maka program akan bergerak pada games pembelajaran berikutnya, jika respons siswa salah program maka akan mengulangi games pelajaran sebelumnya atau bergerak pada salah satu bagian tertentu. Pelajaran ulang bergantung pada kesalahan yang dibuat siswa .
Adapun tahapan pembelajaran dengan bantuan computer model games adalah sebagai berikut:
1.      Presentation of Information (penyajian informasi).
2.      Playing Intructional Games ( melalui permainan pembelajaran).
3.      Judging of responses (penilaian respons).
4.      Remediation (pengulangan)
5.      Check Score (melihat nilai).
6.      Exit (keluar) permainan.


C.     PLOW CHART
Flow chart merupakan bagian yang paling penting dalam memproduksi model pembelajaran berbasis komputer ini, termasuk ketika akan membuat CAI model games. Flow chart untuk mendesain model permainan ini harus mampu menunjukkan alur atau jalannya pembelajaran.  Flow chart untuk games ini pada dasarnya memiliki prinsip yang sama dengan model CAI sebelumnya, khususnya untuk logika pengulangan berkondisi. Sebagaimana telah dijelaskan pada respons siswa, maka dalam hal ini terdapat dua macam proses terstruktur dasar yaitu:
1.      Pemilihan berkondisi
Dalam model games logoka, Pemilihan berkondisi juga diperlukan, yaitu berupa feedback yang harus ditempu siswa dengan melakukan pemilihan langkah berikutnya berdasarkan suatu kondisi (respon yang diberikan siswa). Jika kondisi terpenuhi, dalam hal ini permainannya menang, maka proses berikutnya untuk melakukan permainan lagi akan muncul, demikian pula sebaliknya. Pengondisian ini dalam bentuk flow chart dasar bias didevinisikan oleh bahasa pernyataan IF- THEN atau IF- THEN- ELSE.
Gambar 11.1. Flow Chart Segmen Pemilihan Berkondisi
2.      Proses pengulangan
Flow Chart mengenai pengondisian pengulangan tahapan permainan juga diperlukan. Permainan-permaina pengulangan akan berlangsung jika peserta didik masih belum mencapai target skor permainan, atau belum menuntaskan keseluruhan permainan yang disediakan. Ungkapan proses pengulangan program permainan ini dituliskan dalam bentuk pernyataan REPEAT – UNTIL, FOR – DO atau WHILE – DO, sebagaimana flow chart berikut ini.
 
Gambar 11.2 Flow Chart Segmen Pengulangan Model Games
Model permainan atau games ini sebetulnya memiliki karakteristik yang unik jika dibandingkan dengan model-model CAI yang sebelumnya. Keunikan tersebut terletak pada penyajian permainan yang memang tidak boleh memberikan informasi eksplisit bahwa program ini adalah program pembelajaran. Hal ini sangat penting mengingat jika dituliskan  dalam program bahwa program ini adalah untuk pembelajaran maka peserta didik akan cenderung tidak tertarik untuk menuntaskan semua permainannya.
Ada banyak model flow chart untuk CAI model games ini, tetapi pada bagian ini disajikan bentuk flow chart yang sederhana.

 
D.    Perencanaan produksi program CAI Model Games
Pada tahap perncanaan, seorang programmer atau dosen/guru harus menyiapkan minimal tiga bahan yang mencakup:
  1. Analisis materi tertentu yang layak dijadikan games;
  2. Menyusun RPP sesuai dengan mata pelajaran tertentu.
  3. Membuat flow chart CAI model games.
  4. Mengembangkan story board CAI model games.
  5. Menyiapkan software pendukung objek dan logika permainan.
E.     Proses produksi program CAI model games
setelah anda membuat perencanaan pengembangan program cai games, langkah selanjutnya yang harus ditempuh adalah proses produksi. disinilah seorang programer program pembelajaran harus mengarahkan seluruh kemampuannya untuk menghasilkan program yang layak dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. sebelum produksi maka anda harus sudah memiliki story board games.
Story board model games di atas selanjutnya dikembangkan sebagai pedoman dalam memulai memproduksi program CAI model games dengan menggunakan Adobe Flash Professional CS5 sebagaiman yang digunakan untuk model simulasi.
no
Visual
Audio
1
Opening :
judul      : perkembangbiakan mahluk hidup


F.     Perancangan beberapa games sederhana
Berikut kita akan menccoba untuk mempraktikkan salah satu CAI model games yang berbedah dengan contoh storyboard di atas, yaitu permainan “menjidohkan nama dan bentuk rangka manusia” pada pelajaran Biologi. Untuk lebih jelas, beikuti penjelasan berikut.
Misalnya kita akan membuat games pelajaran Biologi tentang permainan berupa memasang-masangkan organ tubuh manusia. Permainan ini dibuat dengan menggunakan Adobe Flash CS5. persiapan untuk membuat games atau permainan ini, yaitu menyiapkan beberapa organ tubuh manusia (misalnya Anda dapat mengunduh dari situs web).
     






BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Program CAI model game atau permainan merupakan program pembelajaran yang lebih menekan pada penyajian bentuk-bentuk permainan dengan muatan bahan pelajaran di dalamnya. Dan siswa dituntut untuk berperan aktif didalam proses pembelajaran tersebut, siswa juga harus besunggu-sunggu didalam menggikuti proses pembelajaran ini sebap jika tidak, maka siswa tersebut akan kesulitan didalam menjawab soal-soal yang ada dalam game tersemut.










DAFTAR PUSTAKA

Deni darmawan. 2011. Teknologi pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Allesi M, Steven & Trolip SR.1984. computer Based Istrukstion. Englwood cliffs, NJ: Prentice Hall Inc
Moh. Ali.1999. pembelajaran berasas komputer (Bahan Ajar) pada jurusan kurikulum dan teknologi pendidikan FIP UPI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar