BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Minat
baca merupakan potensi yang sudah ada di dalam diri setiap orang yang terdapat
dalam otak manusia. Potensi ini kemudian akan tumbuh dan berkembang tergantung
dari faktor dorongan yang tersedia, situasi dan kondisi, lingkungan kehidupan
dan sistem yang berlaku. Oleh karena itu harus dilakukan pembinaan membaca agar
minat baca seseorang menjadi tinggi.
Pembinaan
minat baca merupakan usaha yang dilakukan untuk meningkatkan minat baca dan
kebiasaan membaca masyarakat dengan cara memperbanyak dan menyebaluskan secara
merata jenis-jenis bacaan yang dipandang dapat meningkatkan minat dan kebiasaan
membaca serta mendorong masyarakat untuk mendapatkan koleksi yang ada.
Adapun tujuan dilakukan pembinaan minat baca yaitu
untuk mengembangkan masyarakat membaca dengan penekanan pada penciptaan
lingkungan membaca untuk semua jenis bacaan. Secara lebih khusus, pembinaan
minat baca bertujuan untuk mewujudkan suatu sistem penumbuh-kembangan minat
baca dengan menyediakan fasilitas-fasilitas yang memadai.
Dalam pembinaan minat baca, terdapat banyak faktor
yang mendukung atau menghambat pelaksanaan pembinaan minat baca tersebut. Oleh
karena itu, agar pembinaan minat baca dapat memeberikan efek yang kuat, faktor-faktor yang pendukung harus diperkuat
sehingga dapat membantu merangsang pembinaan minat baca, sebaliknya,
faktor-faktor yang menghambat harus sebisa mungkin dikurangi sehingga tidak
menghalangi pembinaan minat baca.
Dalam makalah ini akan dibahas mengenai
faktor-faktor yang mempengaruhi pembinaan minat baca, antara lain faktor
pendukung dan faktor penghambat pembinaan minat baca.
B.
Rumusan Masalah
Adapu
beberapa masalah yang akan dibahas dalamm akala ini yaitu sebagai berikut:
1.
Apa pengertian
minat baca?
2.
Bagaimana
Perinsip-Perinsip Pembinaan dan Pengembangan Minat Baca?
3.
Apa sajakah faktor – faktor
yang mempengaruhi minat baca?
4.
Apa sajakah faktor – faktor
yang mendorong untuk meningkatkan
minat baca?
C.
Tujuan
Tujuan
dari makalah ini yaitu;
1.
Menetahui minat
baca.
2.
Mengetahui
pengembangan dan pembinaan minat baca.
3.
Mengetahui faktor –
faktor yang mempengaruhi minat baca.
4.
Mengetahui faktor – faktor yang
mendorong meningkatkan minat baca.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A. Pengertian Minat Baca
Minat merupakan gambaran sifat dan
ingin memiliki kecenderungan tertentu. Minat juga diartikan suatu momen dari
kecenderungan yang terarah secara intensif pada suatu tujuan atau objek yang
dianggap penting. Objek yang menarik perhatian dapat dapat membentuk minat
karena adanya dorongan dan kecenderungan untuk mengetahui, memperoleh, atau
menggali dan mencapainya.
Minat baca adalah merupakan hasrat seseorang atau siswa terhadap bacaan, yang mendorong munculnya keinginan dan kemampuan untuk membaca, diikuti oleh kegiatan nyata membaca bacaan yang diminatinya. Minat baca bersifat pribadi dan merupakan produk belajar (Sudarman, 1997 : 44).
Minat baca adalah merupakan hasrat seseorang atau siswa terhadap bacaan, yang mendorong munculnya keinginan dan kemampuan untuk membaca, diikuti oleh kegiatan nyata membaca bacaan yang diminatinya. Minat baca bersifat pribadi dan merupakan produk belajar (Sudarman, 1997 : 44).
Belajar membaca sebenarnya telah diajarkan sejak
pertama kali anak masuk sekolah, yang didalamnya terdapat beberapa model
pelajaran membaca. Yaitu pelajaran membaca permulaan dan membaca lanjutan, di
mana pelajaran membaca permulaan diberikan pada kelas satu dan dua, pelajaran
membaca lanjutan diberikan pada mulai kelas tiga. Pelajaran lanjutan ada
beberapa jenis berdasarkan tujuannya, misalnya yaitu:
1. Pelajaran
membaca tekhnis, yang tujuannya agar
murid-murid memiliki kemampuan membaca yang diucapkan dan dilagukan secara
tepat sesuai dengan isi dan makna bacaan.
2. Membaca
tanpa suara, yang tujuannya agar
murid-murid mampu memahami isi bacaan.
3. Membaca
indah, yang tujuannya agar
murid-murid mampu membaca yang menggambarkan penghayatan keindahan dari isi
bacaan.
4. Membaca
bahasa, yang tujuannya agar
murid-murid dapat meningkatkan kemampuannya di bidang berbahasa.
5. Membaca
pemahaman, yaitu tujuannya agar
murid-murid mampu memahami isi bacaan yang sedang dibaca akhirnya menjadi
tambahan pengetahuan bagi dirinya.
6. Membaca
cepat, yang tujuannya agar
murid-murid mampu membaca sebanyak-banyaknya dalam waktu yang
sesingkat-singkatnya.
7. Membaca
sebagai minat, yang tujuannya adalah
menambahkan kebiasaan dan rasa senang membaca pada diri murid-murid.
B.
Prinsip-prinsip
Perpaduan dari hasil penelitian, ada
beberapa prinsip membaca yang perlu diperhatikan dalam pembinaan dan
pengembangan minat baca murid-murid, antara lain:
1. Membaca merupakan proses berpikir yang
kompleks
2. Kemampuan membaca setiap orang
berbeda-beda
3. Pembinaan kemampuan membaca atas dasar
evaluasi
4. Membaca harus menjadi pengalaman yang
memuaskan
5. kemahiran membaca perlu adanya latihan
yang kontinu
6. evaluasi yang kontinu dan komprehensif
merupakan batu loncatan dalam pembinaan minat baca
7. Membaca yang baik merupakan syarat mutlak
keberhasilan belajar
C.
Kesiapan
Membaca
Marksheffel
menjelaskan beberapa konsep dasar tentang kesiapan membaca sebagai berikut:
1.
Kesiapan membaca merupakan syarat
mutlak ntuk mencapai efisiensi membaca
2.
Kesiapan membaca tidak hanya di
tentukan oleh satu faktor, tetapi oleh sejumlah faktor.
3.
Kesiapan membaca tidak sepenuhnya
bergantung pada kematangan murid.
4.
Kesiapan membaca murid-murid
dapat di evaluasi guru.
5.
Kesiapan membaca bukan terbatas
pada kesiapan membaca permulaan saja, tetapi untuk seluruh tingkatan.
(marksheffel, 1966, 23)[1]
Salah satu faktor yang amat penting
untuk mencapai kesuksesan membaca dan belajar adalah faktor kesiapan untuk
membaca. Ada sejumlah faktor yang ikut menentukan terhadap kesiapan murid-murid
untuk membaca dan belajar. Kesemuanya dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1.
kesiapan mental
2.
kesiapan fisik
3.
kesiapan emosi
4.
kesiapan pengalaman
D. Faktor – Faktor yang
Mempengaruhi Minat Baca
Faktor-faktor
yang mempengaruhi pembinaan minat baca dibagi menjadi dua, yaitu faktor
internal dan faktor eksternal. Faktor- faktor Murjito (2001: 87 menyatakan)
bahwa pembinaan minat baca adalah serangkaian upaya, sebagai suatu sistem yang
meliputi kegiatan-kegiatan perencanaan program, pengaturan pelaksanaan program,
pengendalian pelaksanaan program, serta penilaian terhadap pelaksanaan program
penumbuh kembangan
minat baca.[2]
internal yang mempengaruhi pembinaan minat baca di dalam perpustakaan, yaitu:
a. Kurangnya
tenaga pengelola perpustakaan
b. Kurangnya
dana pembinaan minat baca
c. Terbatasnya
bahan pustaka
d. Kurang
bervariasinya jenis layanan perpustakaan
e. Terbatasnya
ruangan perpustakaan
f. Terbatasnya
perabot dan peralatan perpustakaan
g. Kurang
sentralnya lokasi perpustakaan
h. Kurangnya
promosi/pemasyarakatan perpustakaan
Ø Faktor-faktor
eksternal yang mempengaruhi pembinaan minat baca antara lain:
a. Kurangnya
partisipasi pihak-pihak yang terkait dengan pembinaan minat baca
b. Kurang
terbina jaringan kerjasama pembinaan minat baca antar perpustakaan
c. Sektor
swasta belum banyak menunjang pembinaan minat baca
d. Belum
semua penerbit berpartisipasi dalam pembinaan minat baca
e. Belum
smua penulis berpartisipasi dalam pembinaan minat baca
(Rosidi,1983)
dalam artikel Pengaruh Minat Baca (Rasanelis, 2011) menyatakan bahwa minat baca
adalah suatu kegemaran, kebiasaan, kesenangan untuk melihat – lihat dan
melakukan kegiatan membaca dan menyediakan waktu untuk melakukan kegiatan tersebut.[3]
Artinya, jika seseorang memiliki minat terhadap membaca buku maka ia akan
senantiasa berusaha untuk melakukan kegiatan membaca dengan baik dan menjadikan
membaca sebagai kebutuhan dan terikat dengan dirinya.
Ø Secara
umum, minat baca masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor:
1. Ekonomi
Tingkat
perekonomian atau pendapatan masyarakat yang relatif masih rendah, sehingga
dapat mempengaruhi daya beli atau prioritas kebutuhan utama. Buku bukan sebagai
salah satu kebutuhan primer, hanya terpaksa dipenuhi bila kebutuhan sehari –
hari mereka telah terpenuhi. Kondisi ekonomi masyarakat menjadi salah satu faktor yang bertautan
langsung dengan minat baca. Bagaimana masyarakat kita mau membaca, sementara
terkadang waktu mereka masih tersita untuk mencari sesuap nasi.
2. Pendidikan
Dimana sistem
pendidikan kita yang lebih menekankan pada transfer ilmu pengetahuan dari guru
ke murid. Kedudukan guru sebagai sumber utama informasi dan murid sebagai
penerima pengetahuan. Guru terkadang masih beranggapan bahwa dia adalah pemeran
utama sementara murid hanyalah obyek semata. Padahal sebenarnya tanpa adanya
murid, keberadaan guru tidak akan berarti apa – apa dan tanpa keduanya proses
pendidikan tidak akan berlangsung.
3. Ketersedian
Bacaan
Kurangnya
ketersediaan sarana dan prasarana khususnya perpustakaan dengan buku – buku
yang bermutu, bervariasi, menarik, dan memadai.
4. Pustakawan
/ Pengelola Informasi
Minimnya jumlah
pustakawan sebagai pengelola informasi. Apalagi jika kita melirik perpustakaan
– perpustakaan sekolah, dimana sebenarnya dari sinilah seharusnya pembudayaan
membaca itu dimulai pada garis formal. Akan tetapi belum banyak kita temukan
perpustakaan sekolah dengan koleksi yang memadai dan dikelola oleh sumber daya
pustakawan.
5. Arus
Hiburan dan Perkembangan Teknologi
Derasnya
pertumbuhan arus hiburan melalui media elektronik seperti televise serta
sedemikian pesatnya pertumbuhan teknologi akan sangat mempengaruhi terhadap
minat baca masyarakat. Apalagi jika tidak diimbangi dengan pengawasan dan
pembatasan dari orang tua.
E. Faktor – Faktor yang
Mendorong Menumbuhkan Minat Baca
Beberapa faktor
yang mendorong menumbuhkan minat baca (Sutarno, 2006: 29), yaitu:
1.
Rasa ingin tahu yang
tinggi atas fakta, teori, dan prinsip, pengetahuan, dan informasi.
2. Keadaan
lingkungan fisik yang memadai, dalam arti tersedianya bahan bacaan yang
menarik, berkualitas, dan beragam.
3. Keadaan
lingkungan yang social yang lebih kondusif, maksudnya adanya iklim yang selalu
dimanfaatkan dalam waktu tertentu untuk membaca.
4. Rasa
haus informasi, rasa ingin tahu, terutama yang aktual.
5. Berprinsip
hidup bahwa membaca merupakan kebutuhan rohani.[4]
Ø Faktor
– faktor tersebut dapat terpelihara melalui sikap – sikap, bahwa dari tertanam
komitmen membaca memperoleh keuntungan ilmu pengethauan, wawasan / pengalaman
dan kearifan
Menurut Murjito
(2001: 86) minat dapat menjadi daya pendorong atau motivasi bagi seseorang
untuk melakukan sesuatu.[5] Dapat
disimpulkan minat baca berarti dorongan atau motivasi untuk membaca.
Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi membaca dibagi menjadi dua, yaitu
motivasi internal dan motivasi eksternal. Motivasi internal merupakan motivasi
yang berasal dari dalam diri seseorang, sedangkan motivasi eksternal adalah
motivasi atau tenaga pendorong yang berasal dari luar seseorang. Faktor-faktor
yang mempengaruhi motivasi internal meliputi:
a. Adanya
kebutuhan
b. Adanya
pengetahuan tentang kemajuan diri
c. Adanya
aspirasi atau cita-cita
Ø Faktor-faktor
yang mempengaruhi motivasi ekternal adalah:
a. Hadiah
b. Hukuman
c. Persaingan
atau kompetisi
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pembinaan dan Pengembangan minat
baca siswa tidak terlepas dari pembinaan kemampuan siswa dalam membaca, sebab
untuk menjadi orang yang minat tentu
harus mampu membaca. Berdasarkan
uraian di atas dapat disimpulkan bahwa:
Ada beberapa
perinsip dalam pembinaan dan pengembangan minat baca yang perlu di perhatikan
yaitu
1.
Membaca merupakan proses berpikir
yang kompleks
2.
Kemampuan membaca setiap orang
berbeda-beda
3.
Pembinaan kemampuan membaca atas
dasar evaluasi
4.
Membaca harus menjadi pengalaman
yang memuaskan
5.
kemahiran membaca perlu adanya
latihan yang kontinu
6.
evaluasi yang kontinu dan
komprehensif merupakan batu loncatan dalam pembinaan minat baca
7.
Membaca yang baik merupakan syarat
mutlak keberhasilan belajar
Ada pun
faktor-faktor yang mempengaruhi minat baca yaitu. internal yang mempengaruhi pembinaan minat baca di dalam
perpustakaan, yaitu:
i.
Kurangnya tenaga
pengelola perpustakaan
j.
Kurangnya dana
pembinaan minat baca
k. Terbatasnya
bahan pustaka
l.
Kurang bervariasinya
jenis layanan perpustakaan
m. Terbatasnya
ruangan perpustakaan
n. Terbatasnya
perabot dan peralatan perpustakaan
o. Kurang
sentralnya lokasi perpustakaan
p. Kurangnya
promosi/pemasyarakatan perpustakaan
Ø Faktor-faktor
eksternal yang mempengaruhi pembinaan minat baca antara lain:
f. Kurangnya
partisipasi pihak-pihak yang terkait dengan pembinaan minat baca
g. Kurang
terbina jaringan kerjasama pembinaan minat baca antar perpustakaan
h. Sektor
swasta belum banyak menunjang pembinaan minat baca
i.
Belum semua penerbit
berpartisipasi dalam pembinaan minat baca
j.
Belum smua penulis berpartisipasi
dalam pembinaan minat baca
DAFTAR PUSTAKA
Marsksheffel, Ned D.,1966. Better reading in the secondary school
(principles and proceduures for teachers), new york: the ronald press
company.
Rasdanalis. [Artikel]. Pengaruh Minat Baca: dalam pengembangan profesi pustakawan pada
lingkungan masyarakat. Buletin Perpustakaan UIN SUSKA Riau No.8 Tahun V
2011.
Sutarno, NS. 2006. Perpustakaan dan Masyarakat. Jakarta: Sagung Seto.
Murjito. 2001. Pembinaan
Minat Baca.Jakarta: Universitas Terbuka.
Babadal, ibrahim. 2001. Pengelolaan perpustakaan sekolah. Jakarta: Bumi aksara.
[1] Marsksheffel, Ned D., Better reading
in the secondary school (principles and proceduures for teachers), new
york: the ronald press company.1966. Hal 23
[3] Rasdanalis. [Artikel]. Pengaruh Minat Baca: dalam pengembangan
profesi pustakawan pada
lingkungan masyarakat. Buletin Perpustakaan
UIN SUSKA Riau No.8 Tahun V 2011.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar