Rabu, 16 Desember 2015

STRATEGI PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN MINAT BACA/ darman.s




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Minat baca merupakan potensi yang sudah ada di dalam diri setiap orang yang terdapat dalam otak manusia. Potensi ini kemudian akan tumbuh dan berkembang tergantung dari faktor dorongan yang tersedia, situasi dan kondisi, lingkungan kehidupan dan sistem yang berlaku. Oleh karena itu harus dilakukan pembinaan membaca agar minat baca seseorang menjadi tinggi.
Pembinaan minat baca merupakan usaha yang dilakukan untuk meningkatkan minat baca dan kebiasaan membaca masyarakat dengan cara memperbanyak dan menyebaluskan secara merata jenis-jenis bacaan yang dipandang dapat meningkatkan minat dan kebiasaan membaca serta mendorong masyarakat untuk mendapatkan koleksi yang ada.
Adapun tujuan dilakukan pembinaan minat baca yaitu untuk mengembangkan masyarakat membaca dengan penekanan pada penciptaan lingkungan membaca untuk semua jenis bacaan. Secara lebih khusus, pembinaan minat baca bertujuan untuk mewujudkan suatu sistem penumbuh-kembangan minat baca dengan menyediakan fasilitas-fasilitas yang memadai.
Dalam pembinaan minat baca, terdapat banyak faktor yang mendukung atau menghambat pelaksanaan pembinaan minat baca tersebut. Oleh karena itu, agar pembinaan minat baca dapat memeberikan efek yang kuat,  faktor-faktor yang pendukung harus diperkuat sehingga dapat membantu merangsang pembinaan minat baca, sebaliknya, faktor-faktor yang menghambat harus sebisa mungkin dikurangi sehingga tidak menghalangi pembinaan minat baca.
Dalam makalah ini akan dibahas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pembinaan minat baca, antara lain faktor pendukung dan faktor penghambat pembinaan minat baca.
B.     Rumusan Masalah
Adapu beberapa masalah yang akan dibahas dalamm akala ini yaitu sebagai berikut:
1.      Apa pengertian minat baca?
2.      Bagaimana Perinsip-Perinsip Pembinaan dan Pengembangan Minat Baca?
3.      Apa sajakah faktor – faktor yang mempengaruhi minat baca?
4.      Apa sajakah faktor – faktor yang mendorong untuk meningkatkan minat        baca?
C.    Tujuan
Tujuan dari makalah ini yaitu;
1.      Menetahui minat baca.
2.      Mengetahui pengembangan dan pembinaan minat baca.
3.      Mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi minat baca.
4.      Mengetahui faktor – faktor yang mendorong meningkatkan minat baca.


BAB II
PEMBAHASAN


A.    Pengertian Minat Baca
Minat merupakan gambaran sifat dan ingin memiliki kecenderungan tertentu. Minat juga diartikan suatu momen dari kecenderungan yang terarah secara intensif pada suatu tujuan atau objek yang dianggap penting. Objek yang menarik perhatian dapat dapat membentuk minat karena adanya dorongan dan kecenderungan untuk mengetahui, memperoleh, atau menggali dan mencapainya.
Minat baca adalah merupakan hasrat seseorang atau siswa terhadap bacaan, yang mendorong munculnya keinginan dan kemampuan untuk membaca, diikuti oleh kegiatan nyata membaca bacaan yang diminatinya. Minat baca bersifat pribadi dan merupakan produk belajar (Sudarman, 1997 : 44).
Belajar membaca sebenarnya telah diajarkan sejak pertama kali anak masuk sekolah, yang didalamnya terdapat beberapa model pelajaran membaca. Yaitu pelajaran membaca permulaan dan membaca lanjutan, di mana pelajaran membaca permulaan diberikan pada kelas satu dan dua, pelajaran membaca lanjutan diberikan pada mulai kelas tiga. Pelajaran lanjutan ada beberapa jenis berdasarkan tujuannya, misalnya yaitu:
1.      Pelajaran membaca tekhnis, yang tujuannya agar murid-murid memiliki kemampuan membaca yang diucapkan dan dilagukan secara tepat sesuai dengan isi dan makna bacaan.
2.      Membaca tanpa suara, yang tujuannya agar murid-murid mampu memahami isi bacaan.
3.      Membaca indah, yang tujuannya agar murid-murid mampu membaca yang menggambarkan penghayatan keindahan dari isi bacaan.
4.      Membaca bahasa, yang tujuannya agar murid-murid dapat meningkatkan kemampuannya di bidang berbahasa.
5.      Membaca pemahaman, yaitu tujuannya agar murid-murid mampu memahami isi bacaan yang sedang dibaca akhirnya menjadi tambahan pengetahuan bagi dirinya.
6.      Membaca cepat, yang tujuannya agar murid-murid mampu membaca sebanyak-banyaknya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
7.      Membaca sebagai minat, yang tujuannya adalah menambahkan kebiasaan dan rasa senang membaca pada diri murid-murid.
B.      Prinsip-prinsip
Perpaduan dari hasil penelitian, ada beberapa prinsip membaca yang perlu diperhatikan dalam pembinaan dan pengembangan minat baca murid-murid, antara lain:
1.      Membaca merupakan proses berpikir yang kompleks
2.      Kemampuan membaca setiap orang berbeda-beda
3.      Pembinaan kemampuan membaca atas dasar evaluasi
4.      Membaca harus menjadi pengalaman yang memuaskan
5.      kemahiran membaca perlu adanya latihan yang kontinu
6.      evaluasi yang kontinu dan komprehensif merupakan batu loncatan dalam pembinaan minat baca
7.      Membaca yang baik merupakan syarat mutlak keberhasilan belajar
C.     Kesiapan Membaca
Marksheffel menjelaskan beberapa konsep dasar tentang kesiapan membaca sebagai berikut:
1.      Kesiapan membaca merupakan syarat mutlak ntuk mencapai efisiensi membaca
2.      Kesiapan membaca tidak hanya di tentukan oleh satu faktor, tetapi oleh sejumlah faktor.
3.      Kesiapan membaca tidak sepenuhnya bergantung pada kematangan murid.
4.      Kesiapan membaca murid-murid dapat di evaluasi guru.
5.      Kesiapan membaca bukan terbatas pada kesiapan membaca permulaan saja, tetapi untuk seluruh tingkatan. (marksheffel, 1966, 23)[1]
Salah satu faktor yang amat penting untuk mencapai kesuksesan membaca dan belajar adalah faktor kesiapan untuk membaca. Ada sejumlah faktor yang ikut menentukan terhadap kesiapan murid-murid untuk membaca dan belajar. Kesemuanya dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1.      kesiapan mental
2.      kesiapan fisik
3.      kesiapan emosi
4.      kesiapan pengalaman
D.    Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Minat Baca
Faktor-faktor yang mempengaruhi pembinaan minat baca dibagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor- faktor Murjito (2001: 87 menyatakan) bahwa pembinaan minat baca adalah serangkaian upaya, sebagai suatu sistem yang meliputi kegiatan-kegiatan perencanaan program, pengaturan pelaksanaan program, pengendalian pelaksanaan program, serta penilaian terhadap pelaksanaan program penumbuh kembangan minat baca.[2] internal yang mempengaruhi pembinaan minat baca di dalam perpustakaan, yaitu:
a.       Kurangnya tenaga pengelola perpustakaan
b.      Kurangnya dana pembinaan minat baca
c.       Terbatasnya bahan pustaka
d.      Kurang bervariasinya jenis layanan perpustakaan
e.       Terbatasnya ruangan perpustakaan
f.       Terbatasnya perabot dan peralatan perpustakaan
g.      Kurang sentralnya lokasi perpustakaan
h.      Kurangnya promosi/pemasyarakatan perpustakaan
Ø  Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi pembinaan minat baca antara lain:
a.       Kurangnya partisipasi pihak-pihak yang terkait dengan pembinaan minat baca
b.      Kurang terbina jaringan kerjasama pembinaan minat baca antar perpustakaan
c.       Sektor swasta belum banyak menunjang pembinaan minat baca
d.      Belum semua penerbit berpartisipasi dalam pembinaan minat baca
e.       Belum smua penulis berpartisipasi dalam pembinaan minat baca
(Rosidi,1983) dalam artikel Pengaruh Minat Baca (Rasanelis, 2011) menyatakan bahwa minat baca adalah suatu kegemaran, kebiasaan, kesenangan untuk melihat – lihat dan melakukan kegiatan membaca dan menyediakan waktu untuk melakukan kegiatan tersebut.[3] Artinya, jika seseorang memiliki minat terhadap membaca buku maka ia akan senantiasa berusaha untuk melakukan kegiatan membaca dengan baik dan menjadikan membaca sebagai kebutuhan dan terikat dengan dirinya.
Ø  Secara umum, minat baca masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor:
1.      Ekonomi
Tingkat perekonomian atau pendapatan masyarakat yang relatif masih rendah, sehingga dapat mempengaruhi daya beli atau prioritas kebutuhan utama. Buku bukan sebagai salah satu kebutuhan primer, hanya terpaksa dipenuhi bila kebutuhan sehari – hari mereka telah terpenuhi. Kondisi ekonomi masyarakat  menjadi salah satu faktor yang bertautan langsung dengan minat baca. Bagaimana masyarakat kita mau membaca, sementara terkadang waktu mereka masih tersita untuk mencari sesuap nasi.
2.      Pendidikan
Dimana sistem pendidikan kita yang lebih menekankan pada transfer ilmu pengetahuan dari guru ke murid. Kedudukan guru sebagai sumber utama informasi dan murid sebagai penerima pengetahuan. Guru terkadang masih beranggapan bahwa dia adalah pemeran utama sementara murid hanyalah obyek semata. Padahal sebenarnya tanpa adanya murid, keberadaan guru tidak akan berarti apa – apa dan tanpa keduanya proses pendidikan tidak akan berlangsung.
3.      Ketersedian Bacaan
Kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana khususnya perpustakaan dengan buku – buku yang bermutu, bervariasi, menarik, dan memadai.
4.      Pustakawan / Pengelola Informasi
Minimnya jumlah pustakawan sebagai pengelola informasi. Apalagi jika kita melirik perpustakaan – perpustakaan sekolah, dimana sebenarnya dari sinilah seharusnya pembudayaan membaca itu dimulai pada garis formal. Akan tetapi belum banyak kita temukan perpustakaan sekolah dengan koleksi yang memadai dan dikelola oleh sumber daya pustakawan.
5.      Arus Hiburan dan Perkembangan Teknologi
Derasnya pertumbuhan arus hiburan melalui media elektronik seperti televise serta sedemikian pesatnya pertumbuhan teknologi akan sangat mempengaruhi terhadap minat baca masyarakat. Apalagi jika tidak diimbangi dengan pengawasan dan pembatasan dari orang tua.
E.     Faktor – Faktor yang Mendorong Menumbuhkan Minat Baca
Beberapa faktor yang mendorong menumbuhkan minat baca (Sutarno, 2006: 29), yaitu:
1.      Rasa ingin tahu yang tinggi atas fakta, teori, dan prinsip, pengetahuan, dan informasi.
2.      Keadaan lingkungan fisik yang memadai, dalam arti tersedianya bahan bacaan yang menarik, berkualitas, dan beragam.
3.      Keadaan lingkungan yang social yang lebih kondusif, maksudnya adanya iklim yang selalu dimanfaatkan dalam waktu tertentu untuk membaca.
4.      Rasa haus informasi, rasa ingin tahu, terutama yang aktual.
5.      Berprinsip hidup bahwa membaca merupakan kebutuhan rohani.[4]
Ø  Faktor – faktor tersebut dapat terpelihara melalui sikap – sikap, bahwa dari tertanam komitmen membaca memperoleh keuntungan ilmu pengethauan, wawasan / pengalaman dan kearifan
Menurut Murjito (2001: 86) minat dapat menjadi daya pendorong atau motivasi bagi seseorang untuk melakukan sesuatu.[5]  Dapat disimpulkan minat baca berarti dorongan atau motivasi untuk membaca. Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi membaca dibagi menjadi dua, yaitu motivasi internal dan motivasi eksternal. Motivasi internal merupakan motivasi yang berasal dari dalam diri seseorang, sedangkan motivasi eksternal adalah motivasi atau tenaga pendorong yang berasal dari luar seseorang. Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi internal meliputi:
a.       Adanya kebutuhan
b.      Adanya pengetahuan tentang kemajuan diri
c.       Adanya aspirasi atau cita-cita
Ø  Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi ekternal adalah:
a.       Hadiah
b.      Hukuman
c.       Persaingan atau kompetisi 

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Pembinaan dan Pengembangan minat baca siswa tidak terlepas dari pembinaan kemampuan siswa dalam membaca, sebab untuk menjadi orang yang minat tentu
harus mampu membaca. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa:
Ada beberapa perinsip dalam pembinaan dan pengembangan minat baca yang perlu di perhatikan yaitu
1.      Membaca merupakan proses berpikir yang kompleks
2.      Kemampuan membaca setiap orang berbeda-beda
3.      Pembinaan kemampuan membaca atas dasar evaluasi
4.      Membaca harus menjadi pengalaman yang memuaskan
5.      kemahiran membaca perlu adanya latihan yang kontinu
6.      evaluasi yang kontinu dan komprehensif merupakan batu loncatan dalam pembinaan minat baca
7.      Membaca yang baik merupakan syarat mutlak keberhasilan belajar
Ada pun faktor-faktor yang mempengaruhi minat baca yaitu. internal yang mempengaruhi pembinaan minat baca di dalam perpustakaan, yaitu:
i.        Kurangnya tenaga pengelola perpustakaan
j.        Kurangnya dana pembinaan minat baca
k.      Terbatasnya bahan pustaka
l.        Kurang bervariasinya jenis layanan perpustakaan
m.    Terbatasnya ruangan perpustakaan
n.      Terbatasnya perabot dan peralatan perpustakaan
o.      Kurang sentralnya lokasi perpustakaan
p.      Kurangnya promosi/pemasyarakatan perpustakaan
Ø  Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi pembinaan minat baca antara lain:
f.       Kurangnya partisipasi pihak-pihak yang terkait dengan pembinaan minat baca
g.      Kurang terbina jaringan kerjasama pembinaan minat baca antar perpustakaan
h.      Sektor swasta belum banyak menunjang pembinaan minat baca
i.        Belum semua penerbit berpartisipasi dalam pembinaan minat baca
j.        Belum smua penulis berpartisipasi dalam pembinaan minat baca
DAFTAR PUSTAKA

Marsksheffel, Ned D.,1966.  Better reading in the secondary school (principles and proceduures for teachers), new york: the ronald press company.
Rasdanalis. [Artikel]. Pengaruh Minat Baca: dalam pengembangan profesi pustakawan pada lingkungan masyarakat. Buletin Perpustakaan UIN SUSKA Riau No.8 Tahun V 2011.
Sutarno, NS. 2006. Perpustakaan dan Masyarakat. Jakarta: Sagung Seto.
Murjito. 2001. Pembinaan Minat Baca.Jakarta: Universitas Terbuka.
Babadal, ibrahim. 2001. Pengelolaan perpustakaan sekolah. Jakarta: Bumi aksara.




[1] Marsksheffel, Ned D., Better reading in the secondary school (principles and proceduures for teachers), new york: the ronald press company.1966. Hal 23
[2] Murjito.  2001 . Pembinaan Minat Baca. Jakarta: Universitas Terbuka, 2001. Hal 87.
[3] Rasdanalis. [Artikel]. Pengaruh Minat Baca: dalam pengembangan profesi pustakawan pada lingkungan masyarakat. Buletin Perpustakaan UIN SUSKA Riau No.8 Tahun V 2011.

[4] Sutarno, NS. 2006. Perpustakaan dan Masyarakat. Jakarta: Sagung Seto,2006.                Hal 29.
[5] Murjito. 2001. Pembinaan Minat Baca.Jakarta: Universitas Terbuka, 2001. Hal 86.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar